Keselamatan kerja adalah upaya mencegah terjadinya kecelakaan atau cedera di tempat kerja. Langkah-Langkah pencegahan mencakup penggunaan Alat Pelindung Diri, Pelatihan K3, hingga penerapan prosedur kerja yang sesuai standar keselamatan.
Biaya akibat kecelakaan kerja bisa sangat besar. Bukan hanya biaya pengobatan, ada juga kerugian dari produktivitas yang hilang. Hal tersebut dapat dihindari dengan memastikan dan penerapan keselamatan kerja yang benar.
Langkah-langkah pencegahan harus dilakukan dari diri sendiri, dimulai dari hal yang kecil. Berikut 5 kebiasaan kecil yang bisa dilakukan untuk keselamatan kerja.
- Menjaga kerapian dan kebersihan. Terapkan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Budaya 5R atau metode merapikan ini diadaptasi dari budaya Jepang, yaitu 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Terdengar sederhana, namun bisa memberikan dampak optimal jika dilakukan dengan benar.
- Tidak merokok pada tempat-tempat yang diberi rambu dilarang merokok. Pastikan matikan api rokok sebelum membuang puntung rokok. Puntung rokok yang masih mengandung api sebelum dibuang, bisa berakibat serius jika bersentuhan dengan bahan berbahaya.
- Patuhi Rambu Bahaya. Disiplin dan tidak meremehkan tanda peringatan. Tidak memasuki area berbahaya tanpa APD yang sesuai aturan. Rambu safety adalah media komunikasi visual berupa symbol, warna, atau teks yang memiliki arti tertentu. Tujuan rambu-rambu safety adalah memberikan informasi peringatan, larangan, atau instruksi kerja aman di area kerja. Rambu-rambu ini bukan hanya perlu dipahami artinya namun juga harus dipatuhi di area kerja.
- Laporkan Bahaya Segera. Jika ada kerusakan peralatan atau potensi bahaya, segera laporkan agar ditindaklanjuti. Jangan menunda sampai terjadi kecelakaan. Kerusakan yang mungkin terlihat kecil namun jika dibiarkan dalam waktu lama akan berakibat pada kerusakan yang serius pada alat-alat kerja. Ini tentu akan berbahaya bagi operator mesin tersebut dan mempengaruhi target penyelesaian kerja.
- Jaga Kebersihan Diri. Hindari menyentuh secara langsung mata, kulit, mulut, saat tangan kotor atau mengandung bahan kimia tertentu. Terutama di area kerja yang mengandung bahan kimia tertentu. Hindari kecelakaan akibat terkontaminasi bahan kimia tertentu.
Dengan menerapkan kebiasaan ini dan penggunaan Alat Keselamatan Kerja yang optimal, bisa menghindari kecelakaan kerja yang lebih besar.
Kebiasaan bekerja secara aman akan memberi rasa nyaman yang akan memberi dampak positif dalam meningkatkan produktivitas kerja. Jadikan kebiasaan dan konsisten bekerja sesuai standar safety di tempat kerja. Membangun keselamatan kerja secara konsisten, akan mengurangi resiko kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

